Minggu, 27 November 2011

Tugas 3

Angka Bunuh Diri di Indonesia

 Rata-rata angka bunuh diri di Indonesia dilaporkan mencapai 1,6-1,8 per 100 ribu penduduk. Angka tersebut berdasarkan perkiraan lembaga kesehatan dunia, WHO pada 2001.

 Direktur Kesehatan Jiwa Kemenkes Irmansyah di Jakarta, memaparkan, jika laporan tersebut valid, artinya di Jakarta saja, paling tidak terdapat rata-rata insididen bunuh diri sebanyak 160 kasus per tahun atau sekitar 10 kejadian bunuh diri per bulan.

 Rata-rata bunuh diri di Indonesia memang jauh lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata kejadian bunuh diri di dunia yang mencapai 10 per 100 ribu penduduk.

Namun Irmanyah yakin bahwa kejadian bunuh diri di Indonesia pada saat ini pasti juah lebih banyak lagi. ”Hampir tiap hari di media massa kita melihat kasus bunuh diri diberitakan,” katanya sembari menunjukan indikator peningkatan rata-rata kejadian bunuh diri.

 Terlebih lagi, sambungnya, kajian terakhir WHO tersebut hanya berdasarkan perkiraan kematian dari data yang ada di kepolisian. Sulitnya mencari data rata-rata bunuh diri di Indonesia lantaran, masalah bunuh diri di negara ini hanya dianggap sebagia masalah kriminal. Padahal, di negara lain, bunuh diri sudah dijadikan sebagai ukuran masalah kesehatan jiwa, dijadikan sebagai indikator kesehatan negara dan selalu tercatat dalam registrasi kematian.

Lebih jauh dirinya menyatakan, disejumlah wilayah seperti kawasan Gunung Kidul, Jawa Tengah, perlu diwaspadai lantaran tingkat bunuh dirinya termasuk tinggi di Indonesia. Rata-rata bunuh diri (suicide rate) di wilayah tersebut mencapai 4,48 per 100 ribu penduduk. Dengan populasi penduduk sekitar 720.465 (2006), rata-rata terdapat 32,4 kejadian bunuh diri per tahun di Gunung Kidul.

”Saking seringya terdapat kejadian bunuh diri, berbeda dengan sikap di daerah lain, bunuh diri sudah dianggap sebagai kejadian biasa di daerah tersebut,” papar Irmansyah.

 Untuk di Jakarta, data Polda Metro Jaya pada 2010 memperlihatkan bila setiap dua hari sekali ada orang melakukan bunuh diri. Data tersebut diperoleh dari data rata-rata jumlah orang bunuh diri di Jakarta. Di Ibukota, angka bunuh diri naik dari tahun ke tahun. Pada tahun 2009 kejadian bunuh diri mencapai 165 kasus. Pada 2010, angka bunuh diri meningkat menjadi 176 kasus. Artinya setiap bulan ada 12-14 kasus bunuh diri atau setiap dua hari sekali ada orang yang bunuh diri di ibukota ini.

Tanggapan : 

 Bisa disimpulkan bahwa dari tahun ke tahun angka kematian akibat bunuh diri di Indonesia semakin tinggi. Penyebabnya bisa bermacam-macam, pada orang-orang yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, bunuh diri kebanyakan disebabkan oleh tingkat stress yang tinggi. Selain itu banyak alasan-alasan bunuh diri yang terdengar sepele, seperti pertengkaran, gagal menjalankan Ujian Akhir, merasa kesepian, dan lain-lain.

 Perlu kerja sama antara pemerintah, petugas kepolisian, lembaga-lembaga agama, serta tokoh-tokoh pada setiap daerah agar angka kematian akibat bunuh diri ini bisa dikurangi. Banyak yang bisa dilakukan, seperti melakukan sosialisasi, penanaman ilmu kerohanian yang kuat, pengaruh tokoh-tokoh, dan lain-lain yang diharapkan bisa meluruskan moral masyarakat Indonesia.

Referensi:





Muhammad Huda Rabbani 14111729
1KA02
Mata kuliah Ilmu Sosial Dasar

0 comments:

Posting Komentar