Senin, 21 November 2011

Tugas 6

Prediksi Bencana Banjir Besar Jakarta Tenggelam Tahun 2012

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tidak berani memastikan akan terjadi banjir besar pada 2012, atau sesuai siklus lima tahunan yang akan terjadi di Jakarta.

Menurut Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrim BMKG, Kukuh Ribudiyanto, cuaca ekstrim memang salah satu penyebab terjadinya banjir.

Tapi menyangkut dengan siklus banjir yang terjadi lima tahunan, Kukuh tidak ingin memastikan hal itu. Selama ini, dalam penelitian BMKG, hanya mengenal siklus tahunan yang mengindikasikan terjadinya curah hujan tinggi karena adanya badai La nina.

Biasanya, curah hujan yang tinggi ini terjadi mulai Desember hingga Febuari. Perubahan pola hujan di seluruh kawasan Jakarta terjadi karena akan memasuki musim penghujan. Tahun ini, curah hujan di Jakarta memang terjadi di atas normal, dan akan berlangsung hingga Maret dan April.

"Tidak bisa dipastikan ada banjir lima tahunan. Tapi mulai tahun ini, tingkat curah hujan memang di atas normal," ujar Kukuh, saat dihubungi VIVAnews, Kamis malam, 25 November 2010.

Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta telah menyetujui penambahan anggaran penanggulangan banjir sebesar Rp40 miliar dari RAPBD DKI 2011. Jumlahnya menjadi Rp1,76 triliun dari sebelumnya Rp1,36 triliun.

"Penambahan anggaran ini untuk mengantisipasi banjir besar yang diperkirakan akan terjadi di Jakarta pada 2012," kata Wakil Ketua DPRD DKI, Triwisaksana, sesuai dengan hasil rapim pembahasan anggaran RAPBD 2011.

Perkiraan tersebut, dia melanjutkan, didasarkan pada siklus banjir besar yang selalu terjadi setiap lima tahun sekali di Jakarta. "Jadi siklusnya kan begitu. kalau nggak terjadi ya alhamdulillah. Kalau terjadi kita sudah siap-siap," tuturnya.

Penambahan anggaran itu akan digunakan untuk pembangunan empat tanggul di kawasan Jakarta Utara, dan rumah pompa di Cilincing, yang berada di pemukiman warga yang kerap dilanda banjir rob. Empat kawasan yang menjadi langganan banjir rob adalah kawasan Marunda, Cilincing, Jalan RE Martadinata, dan Kamal Muara.

Selain itu, sesuai dengan hasil rapim pembahasan anggaran RAPBD 2011, dengan anggaran Rp1,76 triliun, pemerintah DKI diminta mengatasi 106 titik genangan di jalan arteri dan kolektor yang harus selesai pada 2011.

Sumber :
vivanews.com


Prediksi banjir besar di Jakarta sangat menghawatirkan, kota yang merupakan pusat semua kegiatan itu bisa lumpuh apabila banjir besar tersebut benar-benar terjadi. Pemerintah sudah melakukan langkah tepat dengan melakukan penambahan anggaran penanggulangan banjir dan membangun tanggul-tanggul di tempat yang telah ditentukan.

Yang disayangkan, peristiwa banjir masih terjadi setiap tahun dan belum ada solusi yang tepat untuk menghentikan peristiwa yang berlangsung setiap tahun ini. Anggaran penanggulangan banjir sebesar Rp1,76  triliun tersebut diharapkan bisa digunakan seoptimal mungkin dengan melakukan langkah-langkah yang tepat untuk menanggulangi dan mencegah banjir di Jakarta.    

0 comments:

Posting Komentar